Sabtu, 05 November 2011

Puisi dari KAK ILA buat HUSNA

                Adikku Sayang 


Adikku sayang ......
Bernama Husna
Aku sangat sayang padamu

      Adikku sayang ..........
      Dari kecil ...... hingga besar
      Kusayang padamu
      Tetapi engkau sering  
      menjahatiku*

(*Husna sering memukul-mukul kakak atau mencubit
   bila lagi marah)

Selasa, 18 Oktober 2011

MENJADI IBU/PENDIDIK YANG CERDAS


Ibu dan pendidik adalah dua sosok  yang tidak bisa dipisahkan, karena ibu adalah seorang pendidik dan tugas mendidik di rumah tangga lebih dominan diemban oleh seorang ibu. Sedangkan pendidik di sekolah adalah ibu bagi anak-anak tempat mereka menuntut ilmu. Keduanya merupakan amanah yang mulia dari Allah yang nanti akan dipertanggung jawabkan.
MENGAPA SEORANG IBU ATAU PENDIDIK ITU HARUS CERDAS ?
1.   Kerena setiap manusia, baik sebagai pendidik maupun anak didik  adalah makhluq yang lahir sebagai sang juara
a.   Allah swt. sebagai sutradaranya tidaklah pernah main-main  dalam meyusun scenario penciptaan makhluq yang bernama manusia.
Proses awal penciptaan manusia dalam rahim seorang ibu adalah bertemunya sel sperma dengan sel telur. 240 juta sel sperma yang masuk hanya satu yang berhasil mencari dan mendapatkan sel telur sementara 239 juta jatuh berguguran. Satu yang berhasil itu adalah kita yang hidup sekarang ini, berarti kita adalah sang juara, punya potensi cerdas sehingga  mampu mengalahkan sekian juta lawan.
Maka apakah kamu mrngira bahwa sesungguhnya Kami menciptakan kamu secara main-main (saja), dan bahwa kamu tidak akan dikembalikan kepada Kami ?. (Q.S. Al-Mukminun 115)
b.   Manusia diciptakan dalam bentuk yang paling baik dan paling sempurna.
Manusia adalah makhluk Allah yang diciptakan dengan bentuk dan susunan rangka yang paling indah dan sempurna, kepala pada tempat yang paling tinggi yang didalamnya ada akal untuk berpikir, di bawahnya ada hati (qalbu) untuk memahami, jika antara akal dan hati bisa bekerja sama maka akan lahirlah manusia yang cerdas.
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk. (Q.S. At-Tiin : 4)
c.   Manusia dipinjamkan kelengkapan pendengaran, penglihatan dan hati (untuk memahami).
Allah telah memberikan kepada kita modal untuk menjadi orang cerdas berupa pendengaran, penglihatan dan hati. Jika kita bisa mensyukurinya dengan memadukan ketiga hal tersebut maka tujuan kita akan tercapai (menjadi orang cerdas), ibarat tali tigo sapilin, tungku tigo sajarangan.             
Dan Allah telah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati , agar kamu bersyukur ( An-Nahl 78).
Dan Dialah yang telah menciptakan bagi kamu sekalian  pendengaran, penglihatan dan hati, amat sedikitlah kamu yang bersyukur ( Al-Mukminun 78).
d.   Segala apa yang dipersembahkan Allah kepada manusia akan diminta pertanggungjawabannya.
....Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya. (Q.S. Al-Isra’ : 36).
2. Karena kebutuhan dan tantangan masa lalu, sekarang dan akan datang sangat jauh berbeda.
    Orang tua kita dulu hanya butuh mesin ketik, pada masa kita  orang tidak lagi memakai mesin ketik tapi  sudah diganti dengan  komputer sedangkan anak kita sekarang (SMU dan Mahasiswa) belajar dengan internet, bagaimana masa yang akan datang?. Pada masa kita dulu hanya ada satu siaran televisi (TVRI), hanya bisa menonton sinetron seminggu sekali itupun pada jam 11 malam, sedangkan sekarang sudah berapa banyaknya siaran yang dapat ditangkap, yang sinetronnnya 24 jam. Isi sinetron tersebut sangat sedikit sekali yang mendidik anak-anak kita kepada hal yang positif. Ada film-film kartun yang tidak bernuansa anak-anak, ada kartu mainan anak-anak yang gambarnya tidak layak dilihat anak-anak, adanya Play Station yang membuat anak-anak kita lalai dalam segala hal. Itulah diantara tantangan yang dihadapi anak-anak kita sekarang apalagi masa yang akan datang.
3. Karena tugas seorang ibu 24 jam (mulai dari anak bangun sampai anak tidur kembali.
     Semua aktivitas anak ada dalam genggaman dan pantauan seorang ibu, sebaliknya semua perkataan dan perbuatan seorang ibu juga dalam rekaman anak-anaknya. Jika ibu cerdas maka anaknya juga akan cerdas, jika ibunya menutup aurat insyaAllah anaknya juga demikian, semuanya kembali kepada ibu. Sedang ditanam padi masih bisa tumbuh ilalang bagaimana kalau ilalang yang ditanam ? apakah mungkin akan tumbuh padi ?!

KIAT MENJADI IBU / PENDIDIK YANG CERDAS :
  1. Bermohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah agar dianugrahkan kecerdasan, karena Allah adalah kunci pembuka segala keinginan manusia. Ini dijelaskan dalam surat al An’am – 59:
Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan,...
  1. Selalu menambah ilmu dan wawasan, karena anak yang kita didik akan selalu mengalami kemajuan sesuai dengan perkembangan zaman. Kebiasaan anak dulu tidak sama dengan anak sekarang, kebiasaan anak sekarang akan berbeda dengan anak yang akan datang. Jika ilmu dan wawasan kita tidak ditambah maka kita akan cepat kebingungan menghadapi tingkah anak yang beragam macamnya, demikian juga dengan anak-anak, mereka tidak akan bisa berkembang dengan baik lantaran ibunya sudah duluan stres.
  2. Berusaha untuk mengamalkan  ilmu yang telah dimiliki, karena kecerdasan itu tidak akan terukur jika hanya dalam bentuk ilmu (ide) akan tetapi bisa dinilai jika sudah direalisasikan dalam bentuk amaliyah Pepatah Arab mengatakan :
”Al ’ilmu bila ’amalin kasysyajari bila tsamarin” artinya : ilmu jika tidak diamalkan ibarat pohon yang tidak berbuah.

KARAKTER IBU/PENDIDIK YANG CERDAS
Seorang ibu/pendidik yang cerdas, disamping memiliki pengetahuan akademik ia juga harus punya beberapa karakter berikut:
a.   Berkepribadian yang Islami
b.   Punya ilmu tentang anak
c.   Mampu berkomunikasi yang efektif
d.   Punya management emosi (kemampuan mengendalikan emosi)
e.   Penya management waktu (kemampuan mengatur waktu)
f.    Kreatif dan inovatif
Demikianlah sedikit gambaran tentang ibu/pendidik yang cerdas semoga dapat menjadi ’ibrah bagi kita semua, sekalipun menjadi ibu/pendidik yang cerdas tidaklah semudah mengatakan dan menuliskannya karena masing-masing kita juga punya halangan dan tantangan yang berbeda, namun kita jangan putus asa, ingatlah kita lahir adalah sang juara ikhtiar merupakan kewajiban :
”Man jadda wajada”: Siapa yang bersungguh-sungguh dia akan mendapat 
Amiin ya Rabbal  ’Alamin...!!!
Oleh : Yuli Etra, S. Ag